Bagaimana Awal Mula Permainan Tradisional Panggalan ‘Meracuni’ Anak-Anak Lereng Utara?
Tidak pernah menyangka bahwa permainan tradisional panggalan kini semakin kuat meracuni anak-anak di lereng utara. Tak hanya anak-anak, para orang dewasa juga turut menggandrungi permainan ini.
Dulu, kami tidak pernah menduga bahwa panggalan bisa diterima sampai sejauh ini. Panggalan adalah salah satu permainan tradisional yang pernah menjadi kebanggaan di lereng utara gunung Penanggungan di tahun 70-80an. Di tempat lain, panggalan bisa disebut kekean atau gasing. Istilah panggalan nampaknya memang menjadi istilah khas dari lereng utara.
Dulu, kami mengenalkan panggalan kembali ke anak-anak memang sekadar untuk mengenalkan kembali agar permainan ini tidak punah. Siapa sangka, ternyata masyarakat merespons dengan gegap gempita. Keadaan masyarakat dan anak-anak mungkin sudah jenuh dengan gadget, sehingga kami bisa begitu mudahnya masuk ke hati mereka. Tapi, sejenuh-jenuhnya, mengenalkan hingga mengajak anak-anak bermain panggalan tentu bukanlah hal yang mudah. Berpuluh turnamen sudah kami gelarkan, keliling kampung, dari satu dusun ke dusun yang lain hanya untuk mengenalkan panggalan. Tidak sia-sia, jika akhirnya panggalan bisa diterima sampai sejauh ini. Bahkan masyarakat juga turut sera memberikan dorongan agar turnamen panggalan terus ada.

Tidak sekali dua kali kami menerima ucapan terima kasih dari para orangtua, yang anak-anaknya lepas dari gadget, tergantikan oleh kekean di tangan. Kami menggelar turnamen, dan sekali turnamen dibutuhkan waktu 10-14 hari. Mungkin satu hal yang membuat semuanya berhasil adalah kerjasama antarwarga, yang juga merasa terhibur dengan dihidupkannya kembali panggalan di lereng utara.
Para orang tua juga punya tempat untuk sekadar melepas lelah setelah seharian bekerja. Mereka bisa bermain panggalan bersama-sama dengan warga yang lainnya. Bermain dari satu warung ke warung yang lain, membicarakan panggalan di setiap tongkrongan menjadi satu hal yang menarik untuk bapak-bapak.