Ketika Turnamen Permainan Tradisional Panggalan Disupport oleh Pak Camat Ngoro
Sebelumnya memang kami bergerak sendiri, benar-benar dari akar dalam bentuk pergerakan yang kecil dan sederhana. Kami mengeluarkan modal untuk event-event ini dari kantong kami pribadi dan mengajak masyarakat yang memandang dengan sudut pandang manfaat jika permainan ini dikenalkan kembali ke anak-anak. Donasi demi donasi kami kumpulkan untuk menggelar turnamen. Tak hanya donasi berupa materi, semangat warga yang bahu-membahu, waktu yang mereka curahkan, dan tenaga yang begitu melelahkan juga mereka persembahkan untuk agenda ini. Akhirnya, pelestarian bisa berjalan dengan semestinya dan benar-benar bisa menjamurkan wabah panggalan di tengah-tengah masyarakat.

Setelah beberapa kali turnamen digelar, gayung pun bersambut. Pak Camat Ngoro, Mojokerto, Bapak Satrio Wahyu Utomo, sangat mendukung kegiatan kami. Bahkan beberapa kali event turnamen digelar, beliau menyempatkan hadir. Sama takjubnya, seperti ungkapan beliau. Beliau mengira, pelestarian ini hanya akan bertahan satu atau bulan saja, dan dengan segelintir anak yang memainkan. Ternyata, ketika beliau datang dan menyaksikan sendiri, tidak hanya anak-anak, bapak-bapak pun turut memainkan panggalan.
Beliau juga kaget ketika tahu panggalan ini sudah berlangsung lebih dari setahun dan terus menjamur di tengah masyarakat. Bahkan, ada nama-nama anak-anak baru yang terus bermunculan mendaftar turnamen, pertanda bahwa panggalan ini benar-benar terus merangsek masuk ke kehidupan anak-anak Desa Wotanmas Jedong.
Dukungan dari Pak Camat tentu saja bikin semangat kami yang kadangkala kendur karena lelah, kembali bersemangat untuk terus menggaungkan pelestarian permainan tradisional. Tidak ada hal yang lebih besar yang kami inginkan dari panggalan, sebetulnya. Panggalan sudah diterima dan berhasil menyambung mata sejarah yang hilang dari eksistensi permainan tradisional di lereng utara ini saja sudah bikin kami bangga.