Permainan Tradisional Panggalan sebagai Warisan Budaya Lokal
Permainan panggalan merupakan salah satu jenis permainan tradisional yang telah dikenal sejak dahulu kala. Rosidi (2000) menjelaskan bahwa panggalan adalah permainan anak laki-laki yang terbuat dari kayu, berbentuk bulat lonjong, memiliki kaki berupa paku, serta dilengkapi tali pemutar yang disebut uwet.
Permainan panggalan sejatinya telah menyebar ke berbagai daerah di Nusantara sehingga memiliki beragam sebutan, seperti panggal, kekean, gasing, panggalan, dan lain sebagainya. Selain perbedaan nama, bentuk permainan ini juga bervariasi di setiap daerah. Di daerah lereng utara, permainan ini dikenal dengan sebutan kekean, dengan tali pemutar yang juga disebut uwet. Ciri khas kekean di daerah tersebut adalah bentuknya yang lonjong, baik dengan paku maupun tanpa paku pada bagian kakinya. Sementara itu, di Jawa Barat, kekean memiliki ciri khas pada bentuknya yang lebih ramping. Di beberapa daerah lain, panggalan bahkan ada yang berbentuk pipih.

Di Sulawesi Utara, permainan tradisional ini dikenal dengan sebutan paki. Di Lampung disebut pukang, sedangkan masyarakat Sunda menyebutnya panggal atau papanggalan.
Permainan tradisional panggalan diperkirakan telah populer sejak masa kerajaan kuno. Hingga kini, tidak ada sumber yang dapat memastikan secara pasti asal-usul permainan panggalan. Beberapa pendapat menyatakan bahwa panggalan berasal dari Tiongkok dan kemudian menyebar ke wilayah Austronesia, seperti Afrika, Amerika, serta Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Pendapat lain menyebutkan bahwa panggalan erat kaitannya dengan kebudayaan Melayu yang berkembang dari Semenanjung Melayu hingga Kalimantan. Proses penyebaran inilah yang menyebabkan munculnya keragaman nama dan bentuk permainan panggalan di berbagai daerah.
Selain itu, terdapat pula pendapat yang menyatakan bahwa panggalan telah dikenal sejak masa Kerajaan Samudera Pasai di Aceh pada abad ke-12, seiring dengan perkembangan Islam di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa permainan panggalan telah lama hadir dan menyebar luas di Nusantara.
Terlepas dari perbedaan pendapat mengenai asal-usulnya, permainan panggalan pada dasarnya hanya dapat berkembang di daerah yang memiliki ketersediaan sumber daya alam yang memadai. Hal ini disebabkan karena seluruh bahan utama pembuatan panggalan sepenuhnya berasal dari alam.
Bagaimanapun sejarahnya, panggalan ternyata sudah dimainkan oleh para leluhur sejak dulu kala. Bahkan panggalan juga menjadi salah satu hiburan yang bisa mengisi waktu luang para leluhur di masa lampau. Sehingga, wajib kita lestarikan agar tetap abadi.