Semenjamur Apa Permainan Tradisional Panggalan di Lereng Utara?
Emang semenjamur apa sih panggalan di lereng utara kok sampai segitunya? Ini adalah pertanyaan ternikmat yang kami dapatkan. Kami mengadakan turnamen keliling kampung selama lebih dari setahun. Turnamen tersebut berpindah dari satu dusun ke dusun yang lain, bahkan juga diselenggarakan di warung-warung yang memiliki halaman yang luas di desa kami.
Dalam sekali turnamen, berlangsung selama 10 hingga 14 hari, setiap malam, dari pukul 19.00 hingga pukul 22.00 malam. Setiap turnamen selalu mengikutsertakan pemain dari kategori dewasa dan anak-anak. Ke depan kami juga akan membuat turnamen dengan kategori perempuan, emak-emak dan anak-anak perempuan.
Bayangkan saja, dalam sekali turnamen, biasanya ada sekitar 20 grup dewasa dan 15 grup anak-anak. Untuk satu grup ada 6 anggota. Berarti jika dihitung, ada sekitar 120 orang dewasa yang mendaftar sebagai peserta turnamen, dan 90 peserta anak-anak. Itu hanya yang berani mendaftar di satu titik turnamen. Belum termasuk anak-anak dan para orang dewasa yang memainkan panggalan tapi tidak ikut turnamen. Paling senang adalah ketika melihat anak-anak dan orang dewasa yang segitu banyaknya mengantre untuk mengambil nomor grup. Memanjang, seru sekali melihatnya.
Sudah sebanyak itu yang terjangkit dengan ‘virus’ panggalan di dusun kami. Bahkan jika tidak ada turnamen, maka warung-warung yang menyiapkan arena panggalan, sudah pasti ramai orang-orang dewasa dan anak-anak bermain panggalan di sana. Jika sudah ramai, bagaimana dengan perputaran ekonomi di sekitar tempat tersebut? Saking ramainya, kadang satu warung terus meminta untuk menyelenggarakan turnamen di tempatnya. Meski pada akhirnya kami tidak bisa menyanggupi karena turnamen harus terus berkeliling kampung.
Kami tidak tahu ini akan sampai kapan, tapi setidaknya jika titi wanci sudah menyuruh kami berhenti, maka kami akan berhenti.