Bagaimana Aturan Permainan Tradisional Panggalan Disusun?
Sebelum membaca artikel ini, ada baiknya aturan permainan tradisional panggalan dibaca dulu di sini. Jadi, permainan panggalan ini sebetulnya tidak memiliki aturan baku. Kami hanya mengandalkan ingatan kolektif masyarakat, kemudian meramunya, merumuskannya menjadi tata tertib permainan yang baku yang bisa diimplementasikan pada semua kalangan, baik dewasa maupun anak-anak.
Aturan yang hanya berdasarkan memori kolektif, tentulah memiliki banyak kekurangan, sehingga kami perlu menyusun ulang, menambal sulam, dan mengoreksi kembali berdasarkan evaluasi-evaluasi selama satu tahun.
Untuk memainkan panggalan, terlebih dalam kompetisi, kami mengklasifikasi berdasarkan kebutuhan. Kami membuat dua kompetisi, yakni turnamen dan breng-brengan. Jika turnamen, maka yang dicari peserta adalah poin. Sementara dalam breng-brengan, yang perlu dipersiapkan adalah kekuatan kekean dan ketangkasan untuk memecah kekean lawan.
Aturan-aturan tersebut pada akhirnya menjadi aturan baku yang menjadi pedoman permainan tradisional panggalan di Desa Wotanmas Jedong, di lereng utara Gunung Penanggungan. Aturan tersebut ditulis dengan seksama dan disosialisasikan ke masyarakat secara terus menerus.
Berikut tata tertib permainan panggalan.
TATA TERTIB PERMAINAN PANGGALAN
Ukuran Lapangan
- Lapangan berukuran 4×4 meter hingga 5×5 meter
- Lapangan dibatasi oleh tali di sekelilingnya
Ukuran Kekean
- Ukuran kekean untuk pemain dewasa dengan diameter 7,5 cm
- Ukuran kekean untuk pemain anak-anak dengan diameter 7 cm
- Peserta tidak boleh berganti kekean selama satu sesi pertandingan kecuali kekean hilang atau pecah
Aturan Permainan
- Peserta wajib hadir ketika hari pertama turnamen dibuka untuk mengambil nomor undian
- Peserta wajib hadir ketika jadwal permainan telah ditentukan
- Peserta yang tidak hadir tanpa pemberitahuan saat turnamen akan didiskualifikasi
- Peserta yang tidak hadir saat turnamen dengan seizin panitia, diperbolehkan mengikuti permainan selanjutnya jika dalam grupnya tidak ada pemain yang lolos sebagai finalis
- Peserta yang datang terlambat harus konfirmasi kepada panitia
- Peserta yang datang terlambat saat pertandingan berlangsung, akan tetap diperkenankan mengikuti pertandingan dengan posisi sebagai ‘pelotek’
- Apabila pemain memanggalkan kekeannya dan posisi kekean nunung atau terbaik, maka status pemain langsung turun menjadi pelotek
- Jika pemain menunda atau melambatkan memanggal kekean ketika tiba gilirannya, atau posisi kekean lawan berada pada tepi garis pembatas, maka dinyatakan turun posisi. Terhitung lambat memanggal jika tidak segera memanggal dalam hitungan ketiga oleh hakim garis
- Kekean dianggap hidup atau mati, bisa dinyatakan setelah kekean diam berputar di posisinya
- Ketika pemanggal memanggal kekean dan setelah berhasil memanggal, kekean kondisi hidup berputar di tepian garis. Kemudian kekean berangsur-angsur mati dan tergeletak di luar garis, maka akan dianggap hidup
- Pemain yang mengeluarkan kekean lawan tidak dengan cara memanggal atau hanya dengan gaya melotek dianggap tidak sah
- Setiap pemain wajib melotek dengan posisi berada di tengah lapangan
- Pemain tidak boleh mengganggu peserta lain saat pertandingan berlangsung
- Peserta wajib mematuhi keputusan panitia dan hakim garis
Hakim Garis
- Dalam setiap sesi permainan akan diawasi oleh 2 hakim garis
- Setiap permulaan lotek untuk mencari posisi, semua hakim garis akan wajib mengawasi