Aksi Tanam Bambu Mojokerto, Langkah Bersama Menjaga Lingkungan dan Mengembangkan Potensi Daerah

Mojokerto, 28–29 Oktober 2026 — Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mengembangkan potensi bambu di Kabupaten Mojokerto, Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) bersama MEWLAFOR Project mengadakan kegiatan Workshop Rencana Aksi Pengembangan Bambu Mojokerto.
Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada Rabu hingga Kamis, 28–29 Oktober 2026. Bertempat di Arayanna Hotel, Jalan Udayana Nomor 11, Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, serta di lokasi kerja Yayasan Bambu Lingkungan Lestari.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Rantai Nilai Bambu Berkelanjutan (Sustainable Bamboo Value Chain Development). Tujuannya adalah membahas rencana dan strategi pengembangan bambu di Mojokerto agar dapat dikelola dengan baik dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat.
Dalam kegiatan ini, berbagai pihak turut diundang untuk ikut berdiskusi dan memberikan masukan. Mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa, kelompok tani hutan, komunitas lingkungan, hingga para pelaku usaha yang bergerak di bidang bambu.
Beberapa pihak yang terlibat di antaranya BAPPERIDA Kabupaten Mojokerto, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mojokerto, CDK Wilayah Nganjuk, kepala desa dari wilayah Pacet dan Trawas, kelompok tani hutan, serta komunitas dan pelaku usaha seperti Bambu Pacet, Koperasi Gakopen, Astana Jabalsir, Bamboo Craft, Deling Kencono, dan lainnya.
Melalui pertemuan ini, diharapkan semua pihak dapat saling bekerja sama dalam mengembangkan bambu di Mojokerto. Bukan hanya untuk menjaga alam, tetapi juga untuk membuka peluang usaha dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
Bambu merupakan salah satu tanaman yang memiliki banyak manfaat. Selain dapat membantu menjaga lingkungan, bambu juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan, produk kreatif, dan berbagai kebutuhan lainnya. Oleh karena itu, pengembangan bambu perlu dilakukan secara bersama-sama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Kegiatan ini juga menjadi langkah awal untuk menyusun Rencana Aksi dan Strategi Daerah (Strada) Pengembangan Bambu Mojokerto. Dengan adanya rencana tersebut, diharapkan pengembangan bambu ke depannya bisa lebih terarah dan melibatkan masyarakat secara langsung.
Melalui semangat Aksi Tanam Bambu Mojokerto, diharapkan tumbuh kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau kelompok tertentu, melainkan tanggung jawab kita semua.
Satu langkah menanam bambu hari ini, menjadi harapan untuk lingkungan yang lebih baik di masa depan.
Kontributor: Tasniatul Niswa